Pertanyaan itu sepertinya wajib kutanyakan pada diriku sendiri, pada akhir-akhir ini. Karena interaksiku dengan Al-Qur'an sangat berpengaruh dan saling berhubungan dengan tingkat keimananku. Semakin buruk interaksiku dengan Al-Qur'an maka semakin buruk pula keimananku.
Jujur (dan sama sekali bukan untuk riya' karena Dia-lah yang menjadi saksi) aku sudah tidak bisa lepas dari Al-Qur'an. Dia telah menjadi dari hidupku dan keseharianku. Dan jika aku melupakannya barang sesaat, biasanya aku merasa ada yang kurang dalam hidupku.
So, sudahkan kita membaca Al-Qur'an hari ini ? bacalah dan dalamilah maknanya maka engkau akan menemukan apa yang selama ini engkau cari.
Wednesday, October 28, 2009
Kopi Darat
Kopi Darat seminggu yang lalu, sudah saya tulis sebagai Kopi Darat saya yang terakhir. Alasannya, apakah ada yang menanyakan alasan ? Pertama saya tidak aktif plurking lagi sehingga tidak mungkin bagi saya berkenalan dengan plurker baru padahal definisi kopi darat adalah ketemu dengan plurker yang baru. Kedua turunnya motivasi plurking berpengaruh besar terhadap turunnya motivasi kopi darat.
Oleh sebab itu, melalui blog ini, saya mohon maaf kepada semuanya, plurker, blogger, FBer dan seluruh teman-teman yang mengajak kopi darat, karena besar kemungkinan saya tidak akan bisa menghadirinya lagi. Kecuali dalam kopi darat tersebut benar-benar bisa menarik hati saya untuk datang.
Demikian dan harap maklum
Oleh sebab itu, melalui blog ini, saya mohon maaf kepada semuanya, plurker, blogger, FBer dan seluruh teman-teman yang mengajak kopi darat, karena besar kemungkinan saya tidak akan bisa menghadirinya lagi. Kecuali dalam kopi darat tersebut benar-benar bisa menarik hati saya untuk datang.
Demikian dan harap maklum
Tuesday, October 27, 2009
Nayla, anakku yang belajar shalat
Nayla, anakku yang ketiga lucu sekali. Ketika masuk SD, dia diberi tugas oleh gurunya untuk mulai belajar shalat. Awalnya sebagai orang tua, sejak dia TK sudah mengajari dia shalat, tapi susahnya bukan main. Dia berdalih, nanti kelas 1 SD baru mulai shalat. Seharusnya, sekarang dia tidak bisa mengelak lagi, karena sudah kelas 1 SD, tapi ternyata tidak demikian. Dia masih saja malas. Akhirnya ketika ada tugas dari gurunya itu, kesempatan bagi kami untuk menyuruh dia shalat dengan rutin. Akhirnya dia shalat juga, Alhamdulillah.
Tapi ternyata perjuangan kami belum selesai, waktu dia bilang "Ibu, Bapak, Nayla shalatnya 2 rakaat aja ya semuanya, habis capek". Kami tertawa, "Iya - iya asal rutin ya".
Dan itu juga belum selesai, dia pintar sekali, waktu shalat dia atur dengan baik. Shalat dhuhur menjelang shalat ashar, sehingga bisa sekaligus. Juga shalat maghrib, menjelang shalat isya' sehingga bisa sekaligus. Dan untuk shalat subuh, mohon maaf, menjelang berangkat sekolah jam 7.
Bagus nak, pelan-pelan saja, semoga bisa rutin.. Amien..
Tapi ternyata perjuangan kami belum selesai, waktu dia bilang "Ibu, Bapak, Nayla shalatnya 2 rakaat aja ya semuanya, habis capek". Kami tertawa, "Iya - iya asal rutin ya".
Dan itu juga belum selesai, dia pintar sekali, waktu shalat dia atur dengan baik. Shalat dhuhur menjelang shalat ashar, sehingga bisa sekaligus. Juga shalat maghrib, menjelang shalat isya' sehingga bisa sekaligus. Dan untuk shalat subuh, mohon maaf, menjelang berangkat sekolah jam 7.
Bagus nak, pelan-pelan saja, semoga bisa rutin.. Amien..
Sekolah buat Anak
Mencari sekolah yang tepat buat anak, bukanlah tugas yang mudah. Bahkan menurut psikolog sekolah harus melibatkan anak dengan menamakannya "hunting new school project". Beberapa lokasi sudah disurvey, karena rencananya anak kami yang pertama akan kami tempat di boarding school untuk mengasah kemandirian juga sekaligus memenuhi target untuk hapal minimal 5 juz setelah lulus SMP.
Anakku sendiri tidak memiliki target, dia menyerahkan sepenuhnya kepada kami, selaku orang tuanya untuk memilih. Hal itu membuat kami jadi semakin hati-hati dalam memilih sekolah, karena sebagus apapun bimbingan orang tua di rumah, kalau salah memilih teman dan sekolah, maka anak bisa berubah tidak seperti yang diharapkan oleh orang tuanya.
Do'akan kami, semoga kami bisa memberikan yang terbaik bagi anak kami, dan bisa menjadi bekal yang sangat berharga baginya di kelak masa hidupnya untuk menjadi anak yang berguna dan bisa kami banggakan di hadapan Allah SWT.. Amien
Anakku sendiri tidak memiliki target, dia menyerahkan sepenuhnya kepada kami, selaku orang tuanya untuk memilih. Hal itu membuat kami jadi semakin hati-hati dalam memilih sekolah, karena sebagus apapun bimbingan orang tua di rumah, kalau salah memilih teman dan sekolah, maka anak bisa berubah tidak seperti yang diharapkan oleh orang tuanya.
Do'akan kami, semoga kami bisa memberikan yang terbaik bagi anak kami, dan bisa menjadi bekal yang sangat berharga baginya di kelak masa hidupnya untuk menjadi anak yang berguna dan bisa kami banggakan di hadapan Allah SWT.. Amien
Monday, October 12, 2009
Perjalanan ke Sukabumi
Kemarin (11 Oktober 2009), saya dan keluarga bepergian ke Sukabumi. Sudah lama saya tidak mengendarai carnival di jalan luar kota yang padat. Mengendarai kendaraan besar dan nyaman seperti carnival membutuhkan konsentrasi yang tinggi, sekali saja tidak bisa mengendalikan kendaraan, maka carnival akan meluncur tidak terkendali dan rem-pun menjadi tidak berfungsi.
Yang paling sulit adalah berpapasan atau dikitari oleh motor-motor yang sepertinya tidak pernah ada habisnya. Perlu perhatian ekstra untuk mengukur jarak antara mobil dengan motor yang di depan dan di samping, jangan sampai berbenturan meskipun cuma pelan, karena dampaknya, sungguh tidak terbayangkan.
At all all, berkendara dengan carnival sungguh menyenangkan, dan keluargapun tidur dengan nyaman di dalam mobil sambil menonton video, tanpa tahu sang supir konsentrasi penuh mengendalikan carnival.
Yang paling sulit adalah berpapasan atau dikitari oleh motor-motor yang sepertinya tidak pernah ada habisnya. Perlu perhatian ekstra untuk mengukur jarak antara mobil dengan motor yang di depan dan di samping, jangan sampai berbenturan meskipun cuma pelan, karena dampaknya, sungguh tidak terbayangkan.
At all all, berkendara dengan carnival sungguh menyenangkan, dan keluargapun tidur dengan nyaman di dalam mobil sambil menonton video, tanpa tahu sang supir konsentrasi penuh mengendalikan carnival.
Tuesday, August 25, 2009
Selingan
Malam itu, habis tarawih bersama keluarga, istriku tilawah Qur'an dengan khusyu'. Suatu ketika saya perlu dan bicara ke istriku, dia menjawab dan kemudian membaca ta'awudz. Kemudian saya tepuk dia sambil bertanya, kenapa baca ta'awudz, emang saya syetan. :)
Kata istriku, bukan gitu, kalau baca Qu'ran terus bicara, kalau mau mulai lagi harus ta'awudz. Sambil ketawa saya berkata, kirain saya syetan. Istriku menjawab, ya mungkin saja, lho sudah tahu lagi tilawah kok malah diajak ngobrol.
Kata istriku, bukan gitu, kalau baca Qu'ran terus bicara, kalau mau mulai lagi harus ta'awudz. Sambil ketawa saya berkata, kirain saya syetan. Istriku menjawab, ya mungkin saja, lho sudah tahu lagi tilawah kok malah diajak ngobrol.
Wednesday, August 19, 2009
Bersama Ka'bah (imported from FB Note)
malam itu
aku dan istriku berniat dengan niat yang mulia
untuk berdiam di masjidil haram
tahajud
thawaf
dan mencium hajar aswad
sampai waktu subuh tiba
kulihat manusia datang gelombang demi gelombang
berputar-putar mengelilingi ka'bah
setiap detik setiap mili detik
setiap inchi dari lantai masjidil haram
menjadi saksi
betapa ummat ini sangat mencintai Raab-nya yang Maha Mulia
Bangunan ini bukanlah bangunan kemarin sore
Ka'bah telah ada, di awal turunnya manusia ke bumi
Bangunan ini bukanlah berhala yang disembah
Ka'bah adalah kiblat, untuk menyatukan arah dalam pengabdian kepada-Nya
Sinar senantiasa memancar dari Ka'bah
Do'a-do'a senantiasa mengalir dari mulut para peziarah
Doa ampunan, do'a kesejahteraan, do'a pengabdian
Tiada kemusyrikan, tiada kekafiran
Tiada daya upaya selain atas kehendak-Nya
Setiap pintu masjidil haram, laksana malaikat-malaikat penjaga
Setiap tiang masjidil haram, laksana pilar-pilar di surga
Denting air wudhu dan dinginnya air zam-zam
Atmosfer pengabdian yang sempurna memancar ke seluruh penjuru dunia
Raka'at demi raka'at kami selesaikan
putaran demi putaran kami lakukan
meski lelah dan letih hingga matahari meninggi waktu dhuha
Alhamdulillah niatan kami sudah tertunaikan
Kuhadapkan wajahku dan kudekap istriku
Kuperbaiki do'aku dan kutanggalkan dosaku
Meski kekhawatiran muncul atas dosa-dosa yang telah dan akan terjadi
Namun Allah SWT tidak akan pernah tertidur
Ka'bah adalah kiblat
Ka'bah ada di tiap hati kita
Air Zam-zam mengalir dalam darah kita
Memancar dari mata kita sebagai sumbernya
Jika kau masih bingung dimana kiblatmu
Lihatlah dalam hatimu, kemana akan menuju...
Apakah memenuhi seruan Nabi Ibrahim as untuk menghadap dan berkunjung ke masjidil haram
Atau memenuhi panggilan selainnya, yang entah menuju kemana ?
Ya Allah, tunjukilah kami jalan-Mu yang lurus
Kugandeng tangan istriku dan kamipun kembali..
Untuk kembali lagi, suatu saat nanti
Amien
aku dan istriku berniat dengan niat yang mulia
untuk berdiam di masjidil haram
tahajud
thawaf
dan mencium hajar aswad
sampai waktu subuh tiba
kulihat manusia datang gelombang demi gelombang
berputar-putar mengelilingi ka'bah
setiap detik setiap mili detik
setiap inchi dari lantai masjidil haram
menjadi saksi
betapa ummat ini sangat mencintai Raab-nya yang Maha Mulia
Bangunan ini bukanlah bangunan kemarin sore
Ka'bah telah ada, di awal turunnya manusia ke bumi
Bangunan ini bukanlah berhala yang disembah
Ka'bah adalah kiblat, untuk menyatukan arah dalam pengabdian kepada-Nya
Sinar senantiasa memancar dari Ka'bah
Do'a-do'a senantiasa mengalir dari mulut para peziarah
Doa ampunan, do'a kesejahteraan, do'a pengabdian
Tiada kemusyrikan, tiada kekafiran
Tiada daya upaya selain atas kehendak-Nya
Setiap pintu masjidil haram, laksana malaikat-malaikat penjaga
Setiap tiang masjidil haram, laksana pilar-pilar di surga
Denting air wudhu dan dinginnya air zam-zam
Atmosfer pengabdian yang sempurna memancar ke seluruh penjuru dunia
Raka'at demi raka'at kami selesaikan
putaran demi putaran kami lakukan
meski lelah dan letih hingga matahari meninggi waktu dhuha
Alhamdulillah niatan kami sudah tertunaikan
Kuhadapkan wajahku dan kudekap istriku
Kuperbaiki do'aku dan kutanggalkan dosaku
Meski kekhawatiran muncul atas dosa-dosa yang telah dan akan terjadi
Namun Allah SWT tidak akan pernah tertidur
Ka'bah adalah kiblat
Ka'bah ada di tiap hati kita
Air Zam-zam mengalir dalam darah kita
Memancar dari mata kita sebagai sumbernya
Jika kau masih bingung dimana kiblatmu
Lihatlah dalam hatimu, kemana akan menuju...
Apakah memenuhi seruan Nabi Ibrahim as untuk menghadap dan berkunjung ke masjidil haram
Atau memenuhi panggilan selainnya, yang entah menuju kemana ?
Ya Allah, tunjukilah kami jalan-Mu yang lurus
Kugandeng tangan istriku dan kamipun kembali..
Untuk kembali lagi, suatu saat nanti
Amien
Tuesday, August 11, 2009
Do'a Hamba yang berdosa
Ya Allah...
Segala puja dan puji kupersembahkan kepada-Mu
Segala kemulian dan keagungan hanyalah untuk-Mu
Segala kebesaran dan kesucian hanyalah bagi-Mu
Segala ketinggiaan dan keikhlasan teruntuk hanya kepada-Mu
Tuhanku
Tiada Tuhan selain Engkau
Tiada Kerajaan selain Kerajaan Engkau
Tiada kehidupan selain kehidupan Engkau
Tiada daya dan upaya selain daya dan upaya-Mu
Kemuliaan bagiku, bisa mengenal-Mu
Keagungan bagiku, bisa mendekat pada-Mu
Kesholehan bagiku, bisa mengabdi terus-menerus hanya pada-Mu
Keberkahan bagiku, bisa mensyukuri ni'at dari-Mu
Ya Allah
Sedetik aku lupa pada-Mu
Setahun adzab kau timpakan padaku
Sekejap aku berpaling dari-Mu
Selamanya rasa menyesal itu tidak pernah hilang dariku
Kemulian-Mu adalah abadi
Keagungan-Mu tiada tara
Kebesaran-Mu adalah mutlak
Kerajaan-Mu seluas langit dan bumi
Ilahi
Kuhadapkan wajah ini pada-Mu
bukan untuk memohon pada-Mu
tapi semata-mata ingin memandang-Mu
Duhai Dzat yang maha Mulia
Duhai Dzat yang ada sebelum adanya segala sesuatu
Duhai Dzat yang kekal tiada pernah akan hilang
Kutuliskan seluruh pujian hanya pada-Mu
Tapi masih banyak yang kupendam di dalam hatiku.
Engkaulah yang selalu terjaga
Engkaulah yang tidak pernah lelah mengurus segala urusan
Engkaulah yang tidak pernah berhenti mendengar do'a hamba-hamba-Mu
Engkaulah hakim yang memberi keputusan
Engkaulah sumber kebenaran
Engkaulah sumber kehidupan
Engkaulah sumber kasih dan sayang
Engkaulah sumber segala sesuatu
Duhai cahaya alam semesta
Cahaya yang menerangi tiada pernah padam
Cahaya di atas cahaya
Ya Allah...
Terangilah hatiku seperti Engkau menerangi alam semesta dengan cahaya-Mu
Isilah hatiku dengan sifat-sifat-Mu yang mulia
Hiasilah hatiku dengan hidayah-Mu yang menunjukkan
Ya Allah...
wafatkanlah aku setelah cahaya-Mu merasuk dalam diriku
Duhai Tuhan semesta Alam..
Amien..
Segala puja dan puji kupersembahkan kepada-Mu
Segala kemulian dan keagungan hanyalah untuk-Mu
Segala kebesaran dan kesucian hanyalah bagi-Mu
Segala ketinggiaan dan keikhlasan teruntuk hanya kepada-Mu
Tuhanku
Tiada Tuhan selain Engkau
Tiada Kerajaan selain Kerajaan Engkau
Tiada kehidupan selain kehidupan Engkau
Tiada daya dan upaya selain daya dan upaya-Mu
Kemuliaan bagiku, bisa mengenal-Mu
Keagungan bagiku, bisa mendekat pada-Mu
Kesholehan bagiku, bisa mengabdi terus-menerus hanya pada-Mu
Keberkahan bagiku, bisa mensyukuri ni'at dari-Mu
Ya Allah
Sedetik aku lupa pada-Mu
Setahun adzab kau timpakan padaku
Sekejap aku berpaling dari-Mu
Selamanya rasa menyesal itu tidak pernah hilang dariku
Kemulian-Mu adalah abadi
Keagungan-Mu tiada tara
Kebesaran-Mu adalah mutlak
Kerajaan-Mu seluas langit dan bumi
Ilahi
Kuhadapkan wajah ini pada-Mu
bukan untuk memohon pada-Mu
tapi semata-mata ingin memandang-Mu
Duhai Dzat yang maha Mulia
Duhai Dzat yang ada sebelum adanya segala sesuatu
Duhai Dzat yang kekal tiada pernah akan hilang
Kutuliskan seluruh pujian hanya pada-Mu
Tapi masih banyak yang kupendam di dalam hatiku.
Engkaulah yang selalu terjaga
Engkaulah yang tidak pernah lelah mengurus segala urusan
Engkaulah yang tidak pernah berhenti mendengar do'a hamba-hamba-Mu
Engkaulah hakim yang memberi keputusan
Engkaulah sumber kebenaran
Engkaulah sumber kehidupan
Engkaulah sumber kasih dan sayang
Engkaulah sumber segala sesuatu
Duhai cahaya alam semesta
Cahaya yang menerangi tiada pernah padam
Cahaya di atas cahaya
Ya Allah...
Terangilah hatiku seperti Engkau menerangi alam semesta dengan cahaya-Mu
Isilah hatiku dengan sifat-sifat-Mu yang mulia
Hiasilah hatiku dengan hidayah-Mu yang menunjukkan
Ya Allah...
wafatkanlah aku setelah cahaya-Mu merasuk dalam diriku
Duhai Tuhan semesta Alam..
Amien..
Thursday, July 16, 2009
Meet with Allah SWT
Bertemu dengan Allah SWT adalah impian setiap orang-orang yang percaya kepada Allah SWT. Berikut adalah kutipan puisi dari Ibnu Al-Qoyyim
Ketika penghuni surga sudah berkumpul di tempatnya masing-masing, dimana tiap-tiap orang mengetahui dengan persis tempat tinggal dia di surga tersebut, tiba-tiba terdengarlah seruan dari yang menyeru.
"Hai Penghuni Surga, ya Ahlal Jannah.. sesungguhnya Tuhanmu telah memberkati dan memuliakanmu untuk mengunjungi-nya. Ayo bergegaslah berkumpul di tempat yang telah ditentukan bagi kalian"
Para penghuni surga menjawab "sam'an wa tho'an.. aku dengan dan aku tha'at". Tidak ada satupun dari penghuni surga itu yang enggan memenuhi seruan Tuhannya. Semua bersegera menuju tempat tersebut.
Akhirnya mereka berkumpul di sebuah tempat yang luas dan diantara mereka saling bertemu dan bercakap-cakap. Dan semuanya juga melihat Kekuasaan Tuhannya yang Maha Agung.
Ketika tiba-tiba muncullah mimbar dari cahaya, mimbar dari mutiara, mimbar dari batu permata, mimbar dari emas, mimbar dari perak, dan masing-masing penghuni surga duduk di mimbar tersebut sesuai tingkatanya. Yang paling rendah adalah duduk beralaskan permadani. Masing-masing telah mengetahui dimana dia harus duduk.
Setelah semuanya duduk dengan tenang, terdengarlah seruan dari penyeru "Ya Ahlal Jannah... hai Penghuni surga, sesungguhnya kalian telah memiliki perjanjian dengan Allah SWT, dan Allah SWT akan memberikan pahala seperti yang dijanjikan-Nya"
Para penghuni surga menjawab, "Apakah itu, karena sesungguhnya Allah SWT telah memuliakan kami dengan membuat wajah kami menjadi bercahaya, memberatkan amal timbangan kami, memasukkan kami ke surga-Nya dan menjauhkan kami dari siksa api neraka"
Belum selesai mereka berbicara, tiba-tiba muncullah cahaya terang, yang menerangi seluruh surga, sontak mereka mendongakkan wajah ke atas dan merentangkan tangannya seraya menyambut "Ya Jabbar.. duhai Raab".
Sungguh Tuhannya telah menemui mereka dengan segala keagungan-Nya, "Duhai Raab..."
Dan Dia berfirman "Hai penghuni surga.. Ya Ahlal Jannah...Salamun alaikum... Selamat sejahtera atas kalian semua"
air mata saya benar-benar menetes menulis ini. Duhai kemulian mana yang lebih tinggi dari pada mendapat ucapan salam dari-Mu ya Allah SWT.
Dan Dia berfirman "Hai penghuni surga.. Ya Ahlal Jannah...Salamun alaikum... Selamat sejahtera atas kalian semua"
Dan salam ini tidak terjawab dengan jawaban yang lebih baik kecuali jawaban "Ya Allah, Salamun minka, wa subhanahu wa ta'ala..." Mendengar jawaban itu, Allah SWT melihat ke mereka dan tersenyum.
ya Allah..
Kemudian menyerulah sang penyeru "wahai penghuni surga, dimanakah hamba-Ku yang percaya dan patuh kepada-Ku padahal belum pernah bertemu dengan-Ku. Inilah hari pembalasan-Ku"
Para penghuni surga itu menjawab, "Kami ridho ya Allah, maka Ridhoilah kami, Kami ridho ya Allah, maka Ridhoilah kami, Kami ridho ya Allah, maka Ridhoilah kami"
Dan Allah SWT berfirman, "Ya Ahlal Jannah... wahai penghuni surga, jika Aku tidak ridho kepadamu, maka sungguh aku tidak memasukkanmu ke dalam surgaku. Maka mintalah kepada-ku (maka akan Aku kabulkan)"
Maka para penghuni surga tersebut menjawab secara bersamaan, "Perlihatkan wajah-Mu ya Allah, agar kami bisa melihatnya".
sungguh saya tidak dapat menahan air mata lebih lama lagi. Ashtaghfiruka ya Allah...Ashtaghfiruka ya Allah...Ashtaghfiruka ya Allah... wa atubu ilaik..
Maka Allah SWT menyingkapkan hijab-Nya dan meliputi mereka dengan keagungan-Nya, dan menutupi-Nya dengan cahaya-Nya, yang dengan cahaya itu, Allah SWT melindungi mereka dari terbakar akibat keagungan-Nya.
Dan tidak ada seorangpun pasti akan mendengar suara "Hai Fulan, sesungguhnya dulu kamu pernah melakukan ini dan ini" Dan tidak ada seorangpun yang pasti mengingat dengan pasti akan dosa-dosanya dulu selama di dunia, dan berkata: "Ya Tuhan kami, tidakkah Engkau memaafkan kami". Dan Allah SWT berfirman, "Tentu saja, tentu saja, kalau tidak dengan maaf-Ku, tidaklah engkau akan bisa mencapai posisi ini dan menjadi penghuni surga-ku".
Ya Allah, Ya Rohman, Ya Rohiem..jadikanlah kami sebagai hamba-Mu yang sholih, masukkan kami ke dalam surga-Mu yang tinggi, dan ijinkanlah kami untuk menatap wajah-Mu di hari yang Engkau tentukan kelak.
Ketika penghuni surga sudah berkumpul di tempatnya masing-masing, dimana tiap-tiap orang mengetahui dengan persis tempat tinggal dia di surga tersebut, tiba-tiba terdengarlah seruan dari yang menyeru.
"Hai Penghuni Surga, ya Ahlal Jannah.. sesungguhnya Tuhanmu telah memberkati dan memuliakanmu untuk mengunjungi-nya. Ayo bergegaslah berkumpul di tempat yang telah ditentukan bagi kalian"
Para penghuni surga menjawab "sam'an wa tho'an.. aku dengan dan aku tha'at". Tidak ada satupun dari penghuni surga itu yang enggan memenuhi seruan Tuhannya. Semua bersegera menuju tempat tersebut.
Akhirnya mereka berkumpul di sebuah tempat yang luas dan diantara mereka saling bertemu dan bercakap-cakap. Dan semuanya juga melihat Kekuasaan Tuhannya yang Maha Agung.
Ketika tiba-tiba muncullah mimbar dari cahaya, mimbar dari mutiara, mimbar dari batu permata, mimbar dari emas, mimbar dari perak, dan masing-masing penghuni surga duduk di mimbar tersebut sesuai tingkatanya. Yang paling rendah adalah duduk beralaskan permadani. Masing-masing telah mengetahui dimana dia harus duduk.
Setelah semuanya duduk dengan tenang, terdengarlah seruan dari penyeru "Ya Ahlal Jannah... hai Penghuni surga, sesungguhnya kalian telah memiliki perjanjian dengan Allah SWT, dan Allah SWT akan memberikan pahala seperti yang dijanjikan-Nya"
Para penghuni surga menjawab, "Apakah itu, karena sesungguhnya Allah SWT telah memuliakan kami dengan membuat wajah kami menjadi bercahaya, memberatkan amal timbangan kami, memasukkan kami ke surga-Nya dan menjauhkan kami dari siksa api neraka"
Belum selesai mereka berbicara, tiba-tiba muncullah cahaya terang, yang menerangi seluruh surga, sontak mereka mendongakkan wajah ke atas dan merentangkan tangannya seraya menyambut "Ya Jabbar.. duhai Raab".
Sungguh Tuhannya telah menemui mereka dengan segala keagungan-Nya, "Duhai Raab..."
Dan Dia berfirman "Hai penghuni surga.. Ya Ahlal Jannah...Salamun alaikum... Selamat sejahtera atas kalian semua"
air mata saya benar-benar menetes menulis ini. Duhai kemulian mana yang lebih tinggi dari pada mendapat ucapan salam dari-Mu ya Allah SWT.
Dan Dia berfirman "Hai penghuni surga.. Ya Ahlal Jannah...Salamun alaikum... Selamat sejahtera atas kalian semua"
Dan salam ini tidak terjawab dengan jawaban yang lebih baik kecuali jawaban "Ya Allah, Salamun minka, wa subhanahu wa ta'ala..." Mendengar jawaban itu, Allah SWT melihat ke mereka dan tersenyum.
ya Allah..
Kemudian menyerulah sang penyeru "wahai penghuni surga, dimanakah hamba-Ku yang percaya dan patuh kepada-Ku padahal belum pernah bertemu dengan-Ku. Inilah hari pembalasan-Ku"
Para penghuni surga itu menjawab, "Kami ridho ya Allah, maka Ridhoilah kami, Kami ridho ya Allah, maka Ridhoilah kami, Kami ridho ya Allah, maka Ridhoilah kami"
Dan Allah SWT berfirman, "Ya Ahlal Jannah... wahai penghuni surga, jika Aku tidak ridho kepadamu, maka sungguh aku tidak memasukkanmu ke dalam surgaku. Maka mintalah kepada-ku (maka akan Aku kabulkan)"
Maka para penghuni surga tersebut menjawab secara bersamaan, "Perlihatkan wajah-Mu ya Allah, agar kami bisa melihatnya".
sungguh saya tidak dapat menahan air mata lebih lama lagi. Ashtaghfiruka ya Allah...Ashtaghfiruka ya Allah...Ashtaghfiruka ya Allah... wa atubu ilaik..
Maka Allah SWT menyingkapkan hijab-Nya dan meliputi mereka dengan keagungan-Nya, dan menutupi-Nya dengan cahaya-Nya, yang dengan cahaya itu, Allah SWT melindungi mereka dari terbakar akibat keagungan-Nya.
Dan tidak ada seorangpun pasti akan mendengar suara "Hai Fulan, sesungguhnya dulu kamu pernah melakukan ini dan ini" Dan tidak ada seorangpun yang pasti mengingat dengan pasti akan dosa-dosanya dulu selama di dunia, dan berkata: "Ya Tuhan kami, tidakkah Engkau memaafkan kami". Dan Allah SWT berfirman, "Tentu saja, tentu saja, kalau tidak dengan maaf-Ku, tidaklah engkau akan bisa mencapai posisi ini dan menjadi penghuni surga-ku".
Ya Allah, Ya Rohman, Ya Rohiem..jadikanlah kami sebagai hamba-Mu yang sholih, masukkan kami ke dalam surga-Mu yang tinggi, dan ijinkanlah kami untuk menatap wajah-Mu di hari yang Engkau tentukan kelak.
Subscribe to:
Posts (Atom)
