Wednesday, September 22, 2010

Berlari

Sadarkah
Kau tengah berlari ?


Alisnya menaik sebentar
Apa urusanmu !

Kami terdiam
Memandangi debu-debu beterbangan dari jalan yang macet di Dipati Ukur Bandung

Kita memandang sesuatu tapi kita tidak memandangnya
Kita melihat sesuatu tapi kita tidak melihatnya
Kita hanya memandang apa yang ingin kita pandang
Kita hanya melihat apa yang ingin kita lihat


Selebihnya adalah kehampaan yang senyap
Dan cinta yang tak terbalas


Kami masih terdiam
Ia memainkan ujung kerudungnya dan menatapku pelan

Ya aku memang sedang berlari
Menjauhi rasa sakit yang tidak tertahan dalam hatiku


Mulutku hampir saja berkata mengapa
Tapi ia telah pergi keujung ruangan dan membayar minumannya

Butiran-butiran air es yang mengalir di sisi luar gelas
Mengingatkanku akan butiran-butiran hujan yang menetes di luar kaca mobilku
Ketika semua masih terasa indah
Ketika semua masih menjadi milikku


Dunia adalah panggung sandiwara
selebihnya adalah penonton yang menguap karena bosan menontonnya

Sept, 2010

0 comments: