Berkedip-kedip
seakan memberi isyarat
hari sudah malam
cepatlah pulang
langkahku tertahan
oleh Semburat wajah
yang telah lama tersimpan
Wajah dengan bola mata berbinar
Dan lesung pipit di kedua pipinya
setiap kucoba untuk melupakan
ia selalu datang
setiap kucoba mendekati
ia pergi berlari
Aku milikmu
Tapi bukan untukmu
Begitu selalu ucapanmu
sambil terisak tertahan
Di bawah lampu-lampu jalan
yang temaram
Aku tak yakin
Apakah itu ucapanmu
Atau keyakinanmu
Kau selalu skeptis
Ucapnya..
Sambil melemparkan sapu tangannya ke wajahku
Kau selau tidak pernah mengerti
Bagaimana perasaan wanita
Bantahnya
Sambil menatapku dengan bola matanya yang basah oleh air mata
Kau tidak akan pernah berubah
Tidak akan pernah
Itulah ucapan terakhirnya
Yang kusimpan dalam inbox sms-ku
Ketika terakhir kupergoki ia berjalan dengan seorang laki-laki
Dan aku menghardiknya dengan keras
Kututup mukaku dengan kedua tanganku
Mencoba mengerti dan mengerti
Namun hanya kehampaan yang menyeruak
dan semburat wajahnya yang ayu
Tuhan
Kemana Engkau selama ini
Aku merindukan-Mu
Ucapku terisak
Sambil menutup albumku

2 comments:
sepertinya sedang merindu dan mengenanng seseorang ya ^^
suka tulisan ini >.<
hahaha...
nggak kok..
cuma pingin nulis aja
ceritanya gak persis seperti itu
Post a Comment